SELAMAT ULANG TAHUN PEMPROV. KALTIM KE-63 – Menjadikan IKN Sebagai Momentum Untuk Membangun

10 Views

P e n g a n t a r            

Usia 63 tahun, dalam benak saya teringat usia Nabi Muhammad SAW. Beliau wafat dalam usia itu dan meninggalkan kita mujizat maha dasyat, yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits yang menjadi kunci keselamatan kita. Bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memasuki usia ke-63 tahun yang bertepatan dengan tanggal 9 Januari 2020 ini, tentunya akan meninggalkan catatan historis yang dapat dikenang sebagai pelajaran untuk menjadi lebih baik lagi dimasa depan.

 

A. Usia yang semakin matang

Memang tidak ada ukuran baku mengkaitkan kedewasaan dengan usia. Demikian pula halnya dengan usia pemerintahan, belum ada ukuran yang dapat memastikan hal ini, sehingga ukurannya hanya merujuk pada seberapa jauh hasil-hasil pembangunan yang telah dilakukan dan manfaatnya telah dirasakan  masyarakat. Memasuki usia yang ke-63 tahun, banyak hal yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, beberapa diantaranya merupakan proyek monumental, seperti bandara S.A.M. Sulaiman Sepinggang, jalan tol Balikpapan – Samarinda dan Jembatan Mahakam IV. Ini baru sekedar contoh dari banyak contoh  lainnya sebagai bukti semakin dewasanya Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Puncak dari pendewasaan ini adalah terpilihnya Kalimantan Timur sebagai Ibukota Negara, menyisihkan 2 Provinsi lainnya di Kalimantan, yaitu Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, karena alasan infrastruktur yang ada dinilai sudah mencukupi terutama infrastruktur layanan dasar. Selain didukung  kondisi SDM dan situasi sosial politik yang selama ini cukup kondusif. Gejolak sosial hanya terjadi dalam skala lokal dan cenderung merupakan kriminal biasa yang ditunggangi unsur SARA.

Pluralisme masyarakat yang semakin komplek dan peluang ekonomi yang tidak merata merupakan pemicu terjadinya SARA, apalagi dikaitkan dengan dikotomi penduduk asli dan para pendatang atau pribumi dan non pribumi. Di Kalimantan Timur hal ini tidak terjadi, walaupun pluralisme itu ada, akan tetapi diimbangi oleh sikap toleransi masyarakat serta disparitas ekonomi antar penduduk yang masih diimbangi peluang ekonomi yang cukup terbuka. Inilah makna pendewasaan sesungguhnya, dimana peran pemerintah sebagai katalisator dapat dilakukan secara optimal.

Pengalaman menjalankan roda pemerintahan selama 63 tahun sudah membentuk pengalaman historis berkesinambungan, meskipun setiap periode pemerinatahan, yaitu periodisasi setiap Gubernur-Wakil Gubernur dihadapkan pada  tantangan yang berbeda, namun mereka mampu menciptakan keberhasilan yang dapat menjadi batu loncatan untuk menunjang keberhasilan periode Gubernur – Wakil Gubernur berikutnya.

 

B. Penetapan IKN – Bukan Tujuan Final

Penetapan IKN bukan merupakan puncak dari keberhasilan pemerintahan yang berjalan saat ini, dan jujur kita katakan bahwa ini merupakan rezeki “nomplok”, tidak diperkirakan sebelumnya. Urusan IKN adalah kewenangan Pemerintah Pusat sepenuhnya. Sementara peran dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur adalah pelaksanaan kegiatan yang berkorelasi dengan upaya mendukung IKN, terutama pembangunan di sekitar kota penyangga, yaitu Samarinda, Balikpapan dan Penajam, didukung oleh pembiayan APBN ataupun APBD.

Keberadaan IKN adalah berkah yang harus dimanfaatkan, hal yang senada diungkapkan oleh Bapak Isran Noor selaku Gubernur pada puncak peringatan HUT Provinsi Kalimantan Timur berupa apel besar di  Stadion Madya Sempaja tanggal 9 Januari 2020, bahwa adanya IKN ini kita tidak boleh jadi penonton dan kita harus dapat berperan aktif disemua sektor. Caranya adalah kita harus memperjuangkan hak-hak pendanaan APBN untuk membiayai proyek strategis nasional (PSN), yaitu :

  • Pembangunan jalan tol Samarinda – Bontang ± 95 km, dengan biaya ± Rp 11 T ;
  • Pembangunan Waduk Lambakan di Kabupaten Paser ;
  • Pembangunan Bendungan Marangkayu di Kabupaten Kutai Kartanegara ;
  • Pembangunan Bendungan Sungai Wain Kota Balikpapan ;
  • Pembangunan Jembatan Tol Nipah-nipah (PPU) – Melawai (Balikpapan), dengan panjang ± 7,5 km ;
  • Pembangunan jalan perbatasan di kawasan perbatasan (Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari) sepanjang ± 200 km di Kabupaten Mahakam Ulu.

 

Pendanaan APBD akan difokuskan untuk membangun jalan-jalan yang mendukung koneksitas antar Kabupaten/Kota, baik menambah panjang jalan maupun peningkatan kualitasnya, serta memacu pembangunan SDM, berupa penurunan angka kemiskinan, menekan pengangguran serta peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan. Selain melaksanakan program-program prioritas sektoral lainnya sebagaimana tertuang dalam RPJMD.

Inilah makna Kaltim Berdaulat, hak-hak rakyat Kalimantan Timur harus diperjuangkan, karena selama ini kontribusi Kalimantan Timur cukup besar dalam menunjang keuangan negara, tetapi tidak diimbangi dengan kotribusi pembangunan dalam bentuk dana APBN. Sudah saatnya rakyat Kalimantan Timur diberikan kepercayaan untuk mengatur dirinya sendiri, karena selama ini telah terbukti selalu “taat” dengan arahan Pusat, walaupun dirugikan. Sudah saatnya rakyat Kalimantan Timur menuntut hak-hak untuk mandiri membangun daerah, dengan memanfaatkan potensi SDA yang ada (“masih tersisa”), selama ini hak akses untuk tahu atas pemanfaatan potensi SDA yang sudah dieksplotasi belum berjalan optimal.

Oleh karenanya, kita boleh berbangga diri ditetapkannya Kalimantan Timur sebagai IKN definitif nantinya di tahun 2024, namun ini bukan finalisasi pencapaian tujuan kita didalam membangun Kalimantan Timur yang sejahtera, masih banyak hal yang perlu kita lakukan, sehingga penetapan IKN ini hanya momentum untuk melakukan percepatan pembangunan dan memanfaatkan potensi pasar.

 

C. Penetapan IKN Sebagai Potensi Pasar

Implikasi penetapan IKN merupakan potensi pasar yang menciptakan permintaan kebutuhan primer, sekunder dan tersier (kelompok jasa), karena potensi  ASN, TNI dan Polri yang akan eksodus ke Kalimantan Timur mencapai ± 1.200.000 jiwa, belum termasuk para pihak yang ada urusan (kepentingan) dengan Pemerintah Pusat di IKN. Potensi ini menambah kekuatan daya beli. Selain  itu, pembangunan infrastruktur secara bertahap di kawasan IKN, akan menciptakan kebutuhan tenaga kerja lokal maupun dari luar; dan ini merupakan sisi lain yang memperkuat daya beli. sehingga kedua hal tadi akan berakumulasi signifikan terhadap konumsi masyarakat. Praktis pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur akan segera bergerak naik dalam jangka pendek ini. Konsumsi masyarakat akan menarik tumbuhnya sektor kepariwisataan daerah, karena kebutuhan untuk mengisi waktu luang dengan mengunjungi obyek wisata dan wisata kuliner.

Pengeluaran Pemerintah dalam bentuk APBN/APBD dan investasi dari kalangan swasta akan membentuk konsumsi pemerintah dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Kedua hal tadi dapat dipastikan akan memberikan pengaruh pula terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur, disamping konsumsi masyarakat sebagaimana telah diutarakan sebelumnya. Diprediksikan bahwa mulai tahun 2020 ini sejalan dengan mulai menggeliatnya pembangunan kawasan IKN, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur akan meningkat diatas rata-rata nasional. Itu pasti dan mengutip kembali pernyataan Bapak Isran Noor bahwa kita jangan jadi penonton, kita harus manfaatkan momentum ini, siapa takut kata anak-anak muda milenial (**dirus-ide).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *