PRESTASI TAHUN 2019 – Sebuah Perenungan Untuk Perbaikan Kedepan

70 Views

O l e h :

Diddy Rusdiansyah A.D, SE., MM., M.Si *)

P e n g a n t a r

Tahun 2019 sudah berlalu dan menyisakan banyak hal yang menjadi bahan perenungan untuk menjadikan Dinas KOMINFO Provinsi Kalimantan Timur lebih baik lagi kedepannya, Tentu ada pencapaian keberhasilan yang menjadi kebanggaan, namun ada pula kekurangan yang masih dirasakan dibalik keberhasilan yang telah dicapai tersebut. Ini adalah hal yang wajar, dan kami harus mengambil hikmah terbaik sebagai perenungan, dalam rangka melakukan langkah-langkah perbaikan di tahun 2020. Pada tahun 2019 lalu Dinas KOMINFO mendapatkan; (1) Web Awards peringkat ke-2 kategori Badan Publik lingkup Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Timur dari Komisi Informasi Daerah; (2) Anugrah Keterbukaan Informasi dengan peringkat Menuju Informatif kategori Badan Publik Pemerintah Provinsi; dan (3) Inovasi Daerah peringkat ke-3 Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

 

A. Pendahuluan – Keterbukaan Informasi

Diawali dengan kebanggaan menerima Web Awards Badan Publik 2019 yang diberikan oleh Komisi Informasi Daerah Provinsi Kalimantan Timur pada tanggal 7 November 2019, berupa Implementasi Terbaik Keterbukaan Informasi Publik Peringkat ke-II Kategori Organisasi Perangkat Daerah. Anugerah Web Award yang diterima Dinas Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) Provinsi Kalimantan mengindikasikan keberhasilan dalam menyampaikan informasi sesuai daftar informasi publik (DIP) yang telah diekspos.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi mengharuskan Badan Publik yang mendapatkan pembiaayaan dari APBN/APBD seluruhnya atau sebagian dan/atau mendapatkan bantuan luar negeri (loan), wajib menyampaikan informasi secara berkala maupun informasi sedia setiap saat dan informasi serta merta, sebagai tanggungjawab atas penggunaan dana tersebut datas.

Walaupun hanya merupakan Web Awards, yaitu menilai penyajian informasi publik yang ditampilkan dalam website Perangkat Daerah (PD) bersangkutan, namun faktanya masih terdapat PD yang tidak memahami ketentuan penyajian  informasi yang seharusnya disajikan berdasarkan indikator; Pertama, mengumumkan informasi publik yang sebenarnya cukup mudah dilakukan, yaitu berdasarkan DIP yang didalamnya sudah mengklasifikasikan informasi/data yang disediakan secara terbuka, sehingga publik dapat mengetahuinya. Sampai saat ini, dari 37 Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, terdapat 7 PD yang belum membuat DIP.

 Kedua, menyediakan informasi publik berdasarkan DIP tadi, dan seharusnya informasi/data yang termaktub dalam DIP tersajikan detail, terutama informasi berkala yang runut waktu. Ketiga, pelayanan informasi publik; apakah berupa pelayanan secara konvensional maupun pelayanan on line. Indikator ketiga ini memiliki bobot penilaian yang tinggi, karena memungkinkan dilakukannya inovasi. Dan keempat, pengelolaan dan pendokumentasian informasi publik, terutama dilihat dari penerapan SOP, walaupun cukup sederhana SOP dimaksud, akan tetapi ini dapat membuktikan bahwa PD bersangkutan telah memiliki sistem pengelolaan informasi.

 

B. Berhasil Meningkatkan Peringkat Web Award

Pada tahun 2018 Web Awards yang dicapai Dinas KOMINFO hanya peringkat “cukup informatif”, dan pada tahun 2019 meningkat menjadi peringkat ke-2 yang dapat disetarakan dengan “menuju informatif”. Inilah keberhasilan kerjasama Tim Dinas KOMINFO.  Satu tahap lagi yang perlu dilakukan, yaitu melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan dan menyajikan semua informasi yang tertuang dalam DIP, maka peringkat “informatif” dapat dicapai.

Peringkat pertama Web Awards 2019 dicapai oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kalimantan Timur, karena sudah menampilkan informasi publik yang cukup lengkap terkait potensi pertanian. Peringkat ketiga adalah Badan Pendapatan Daerah, yang sudah mulai lengkap dalam menyajikan informasi.

Masih Perlu Pembenahan

Walaupun Web Award 2019 yang diterima Dinas KOMINFO adalah peringkat ke-1, akan tetapi bukan merupakan kebanggaan luar biasa, karena tugas dan fungsi yang melekat pada Dinas KOMINFO maka sudah seharusnya menjadi contoh bagi PD lainnya. Atau patut dikatakan bahwa peringkat pertama tersebut hanya membuktikan bahwa Dinas KOMINFO sudah menjalankan fungsinya dengan baik.

Faktanya hanya mnduduki peringkat ke-2, sehingga Dinas KOMINFO belum dapat berperan sepenuhnya, karena  belum mampu menggerakan Tim Work. Oleh karena itu, kedepannya akan dilakukan pembenahan terhadap Tim Work  yang tergabung dalam Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pembantu. Kegagalan adalah awal suatu kesuksesan, asalkan belajar dari kegagalan tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan langkah pembenahan terstruktur, terukur serta fokus waktu. Ini yang akan dilakukan pada tahun 2020.

 

C. Berhasil Meningkatkan Peringkat Keterbukan Informasi

Sukses ke-2 Dinas KOMINFO adalah menjadi Badan Publik kategori Pemerintah Provinsi yang mendapat peringat “menuju informatif” di tahun 2019, sementara tahun 2018 lalu hanya diperingkat “cukup informatif”. Penganugrahannya dilakukan oleh Komisi Informasi Pusat, yang dihadiri oleh Wakil Presiden serta didampingi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, di Istana Wakil Presiden pada tanggal 21 November 2019 lalu.

Ini merupakan lompatan satu tingkat lebih baik dari peringkat sebelumnya sebagai batu loncatan untuk mencapai peringkat tertinggi, yaitu “informatif”; dan  harus mampu direalisasikan, dengan menerapkan inovasi dan interoperabiltas. Dalam hal inovasi, akan dilakukan penyempurnaan aplikasi Sistem Integrasi Data Informasi Publik (SIDIK) dan implementasinya sampai ke Kabupaten/Kota, sedangkan tindakan interoperabilitas berupa penyajian informasi/data dari aplikasi yang dikembangkan oleh PD. Selain itu, kendala terkait belum optimalnya penyajian informasi/data yang sudah tertuang dalam DIP PD, akan diatasi penyelesaiannya melalui workshop bagi para admin PPID Pembantu.

Tantangan kedepan adalah setiap Badan Publik Pemerintah Provinsi di Indonesia yang melekat pada Dinas KOMINFO akan melakukan upaya perbaikan peringkat, sehingga menyebabkan persaingan yang semakin ketat. Penentuan skor penilaian berdasarkan skala ukur dan pembobotan setiap indikator pada setiap komponen.  Penentuan niliainya  bersifat dinamis, sehingga tidak selalu mendapatkan nilai indikator yang sama atau meningkat, bahkan sebaliknya dapat mengalami penurunan.  Implikasinya adalah upaya peningkatan peringkatan harus dilakukan serius dan terukur, karena dapat terjadi tidak ada perubahan peringkat atau bahkan mengalami penurunan peringkat.

Adapun metode yang diterapkan oleh Komisi Informasi Pusat adalah; Pertama, menyampaikan questioner kepada Badan Publik, termasuk Dinas KOMINFO ditingkat Provinsi selaku PPID Utama, dengan penekanan pada indikator yang tercakup dalam komponen Pengembangan  Website oleh PPID dan  Pengumuman Informasi Publik, sehingga informasi dimaksud dapat mudah diakses dan cepat oleh masyarakat.

Kedua, menilai quesioner yang telah dikembalikan terutama indikator yang tercakup dalam komponen Pelayanan Informasi Publik dan Penyediaan Informasi Publik. Ketiga, memberikan kesempatan kepada Badan Publik melakukan presentasi dihadapan Komisi Informasi Pusat, guna menilai   komitmen,   koordinasi,   dan   inovasi   dalam   implementasi   keterbukaan informasi publik. Dan keempat,  mengakumulasi nilai dari keseluruhan tahapan tadi, sehingga  menghasilkan pencapaian peringkat.

Bukan Sebagai Kegagalan – Optimis Dapat Dibenahi

Pencapaian peringkat “menuju informatif” ini bukan kegagalan sepenuhnya, karena metode penilaian yang diterapkan oleh Komisi Informasi Pusat cukup selektif, sehingga ini adalah upaya optimal yang dapat dicapai saat ini. Kegagalan hanya terletak pada tidak dapat meyakinkan Tim Juri terhadap inovasi yang telah dilakukan, yaitu Aplikasi SIDIK dan Permintaan Informasi Online (PIO), karena masih minimnya pembuktian dari penerapan ke-2 inovasi tadi.

Para pemohon informasi lebih cenderung meminta informasi melalui permintaan langsung (face to face) atau melalui permohonan tertulis, belum banyak yang menggunakan PIO. Oleh perlu dilakukan upaya sosialisasi terkait pemanfaatan Aplikasi PIO.

 

D. Aplikasi SIDIK Unggulan Inovasi

Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Kalimantan Timur hanya menerima Aplikasi SIDIK (Sistem Integrasi Data Informasi Publik) sebagai inovasi yang diajukan oleh Dinas KOMINFO, sedangkan inovasi pengaduan masyarakat yang disebut Aspirasi Etam belum dapat diterima, mengingat ketentuan yang mengharuskan setiap PD  mengajukan hanya 1 (satu) usulan inovasi.

Oleh karenanya, pada tahun 2020 ini ada peluang bagi Dinas KOMINFO mengusulkan Aspirasi Etam sebagai inovasi, yang saat ini sedang dipersiapkan dasar hukum pemberlakuannya berdasarkan Peraturan Gubernur, karena dalam rangka mengurangi emisi karbon, Kalimantan Timur sudah ditetapkan sebagai percontohan oleh Bank Dunia, sehingga untuk mewujudkannya maka sektor-sektor ekomomi lingkup kehutanan, perkebunan, pertanian dan pertambangan, yang potensial terjadinya masalah/sengketa lahan, dapat memanfaatkan Aspirasi Etam dalam rangka mengadukan masalah lahan tersebut kepada Pemerintah, terutama pengaduan dari masyarakat yang terkena dampak langsung.

Aplikasi SIDIK sudah terintegrasikan dengan Website PPID Utama, sehingga entry informasi/data dapat dilakukan oleh admin di setiap PPID Pembantu (di Perangkat Daerah) yang hasilnya langsung tersajikan dalam Website PPID Utama, dan melalui grafik yang ada akan dapat diketahui informasi/data yang disajikan berdasarkan DIP, sehingga PD yang aktif akan lebih dahulu mencapai posisi 100 % menyajikan informasi publik. Aplikasi SIDIK akan dikembangkan lebih lanjut, dimana entry informasi/data oleh admin PD, tidak hanya tersajikan hasilnya pada Website PPID Utama, namun tersajikan pada Website PPID Pembantu melalui teknik interoperabilitas.

Hasil penilaian Tim Juri yang dibentuk oleh Balitbangda telah menetapkan Aplikasi SIDIK sebagai urutan terbaik ke-3, dan ini sudah merupakan hasil optimal. Terlepas dari perdebatan obyektif mengenai definisi inovasi, yang tidak harus selalu berorentasi pada kecanggihan teknologi. Inovasi dapat saja berupa perubahan metode kerja tanpa harus memanfaatkan teknologi, yang penting dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Implementasi Inovasi Sejak Awal

Berinovasi tidak hanya sekedar menciptakan sesuatu menjadi lebih baik,  namun yang lebih penting adalah implementasi dan manfaatnya dapat segera dirasakan. Dinas KOMINFO seharusnya sudah melakukan implementasi inovasi sejak awal, sehingga hasilnya dapat dibuktikan. Selain melakukan upaya perbaikan yang merupakan umpan balik dari hasil implementasi. Disinilah permasalahan yang dihadapi  oleh Dinas KOMINFO, belum bisa membuktikan secara optimal hasil implementasi Aplikasi SIDIK, mengingat inovasi dimaksud baru tuntas sekitar bulan September 2019, walaupun pada Juni 2019 sudah tuntas, namun adanya perbaikan aplikasi menyebabkan terjadinya penundaan waktu implementasi.

Pada tahun 2020 ini akan dilakukan kembali workshop Aplikasi SIDIK kepada para admin PPID Pembantu, termasuk perluasan implementasinya di Kabupaten/Kota se-Provinsi Kalimantan Timur. Harapannya, masyarakat mendapatkan informasi publik yang semakin berkualitas.

 

E. Penutup – Langkah Tindaklanjut

Tahun 2020 beban Dinas KOMINFO adalah mempertahankan semua pencapaian kerberhasilan diatas, atau bahkan dapat meningkatkannya. Mengingat peringkat dari setiap keberhasilan tersebut belum merupakan capaian yang maksimal. Apa yang telah dicapai pada tahun 2019 dapat menjadi batu loncatan menjadi lebih baik lagi di tahun 2020.

Oleh karenanya perlu dilakukan langkah tindaklanjut yamg segara dirumuskan awal tahun 2020 ini, terutama upaya inovasi baru yang dapat diajukan sebagai inovasi unggulan tingkat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, yaitu Aplikasi Aspirasi Etam atau E Office Integrasi. Implikasinya, ke-2 aplikasi harus segera diimplementasikan, guna membuktikan bahwa aplikasi tersebut sudah memberikan manfaat dalam mendukung upaya peningkatan pelayanan Pemerintah (**dirus-jariahILMU).

*) Dalam kapasitas sebagai Kepala Dinas Komunikasi & Informaika Provinsi Kaltim, sekedar  perenungan dalam rangka meningkatkan prestasi tahun 2020.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *