IKATAN JURNALIS TELEVISI INDONESIA (IJTI) – Memang Eksis

53 Views

**) Hadir untuk membuka acara WORKSHOP, RAKERDA DAN UJI KOMPETENSI JURNALIS TELEVISI (UKJTV) Angkatan I pada tanggal 27 Desember 2019 di Hotel Samarinda, merupakan amanah untuk mewakili Wakil Gubernur atas undangan DPD IJTI Provinsi Kalimantan Timur.

Setelah dilakukannya pembukaannya acara sebagaimana disebutkan diatas, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif bertema “Wujudkan Pilkada Damai 2020 Jelang Ibu Kota Negara (IKN)”, dengan menghadirkan pihak Polda, KPU dan BAWASLU Provinsi Kalimantan Timur. Saya dalam kesempatan ini hanya menanggapi kegiatan UKJTV yang baru pertama kali dilaksanakan sejak terbentuknya IJTI tahun 2019 lalu. Ini sebagai indikasi bahwa para jurnalis yang tergabung dalam IJTI sudah berjumlah signifikan, yaitu mencapai 98 orang tersebar di 10 Kabupaten/Kota, yang berafiliasi terhadap 22 Lembaga Penyiaran Publik Televisi (LPP TV) lokal dan nasional, sehingga tuntutan untuk meningkatkan kualitas pengeahuan dan keterampilan jurnalis IJTI sudah merupakan keharusan, salah satunya dengan mengadakan uji kompetensi.

Disisi lainnya persaingan diantara insan jurnalis media yang ada, baik media cetak, media online, televisi dan radio semakin ketat. Bersaing untuk merebut hati pembaca/ pendengar/pemirsa melalui penyajian konten berita/siaran/tayangan yang menarik; Dan ini dimungkinkan, apabila memiliki jurnalis yang memiliki kemampuan serta memahami kode etik. Dilingkungan PWI, kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sudah dilaksanakan sampai dengan angkatan ke-17 di tahun 2019, serta sudah ada 173 orang wartawan yang lulus UKW atau “kompeten”, baik tingkat muda, madya maupun utama. Apabila dikaitkan dengan jumlah anggota PWI yang mencapai 367 orang, maka wartawan yang sudah dinyatakan kompeten adalah 47,14 %, sehingga tantangan PWI kedepan adalah mendorong wartawan yang belum kompeten untuk mengikuti UKW.

Tidak perlu memperbandingkan PWI yang sudah menyelengaran UKW sampai dengan angkatan ke-17 dan IJTI yang baru menyelenggarakan UKJTV angkatan ke-1, karena PWI sudah eksis lebih dahulu dan anggotanya memang cukup banyak, namun yang lebih penting adalah kesadaran untuk meningkatkan kualitas anggota-nya masing-masing. Faktanya kedepan, persaingan semakin ketat, karena Kalimantan Timur sudah ditetapkan sebagai IKN, sehingga dapat dipastikan akan terjadi eksodus jurnalis/wartawan pelbagai media besar (nasional) yang tingkat kompetensinya sudah lebih baik.

Tidak perlu menjadikan UKJTV sebagai “final effort”, mengingat standar kompetensi tidak diukur lulus atau tidaknya mengikuti UKJTV, akan tetapi ditentukan oleh keberlanjutan pembinaan melalui peningkatan keterampilan dan pengetahuan jurnalis, jangan beranggapan bahwa pembinaan dimaksud dapat dilakukan dengan cara otodidak semata.

Saya respek atas keberanian IJTI melaksanakan UKJTV yang diikuti 20 orang jurnalis dengan segala keterbatasan yang ada, sehingga saya berani mengatakan bahwa IJTI eksis menjawab tantangan kedepan, memastikan langkah nyata menghadapi persaingan dan menyentuh hal yang prinsip, yaitu meningkatkan kualitas jurnalis-nya. Donasi dari berbagai pihak yang tidak mengikat adalah bukti bahwa eksistensi IJTI diterima banyak pihak. Selamat melaksanakan workshop, Rakerda dan UKJTV ke-1, semoga terus sukses kedepannya (**dirus-ide)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *